You are currently browsing the category archive for the ‘Teknologi’ category.
Sebuah pendekatan saintifik eksperimental yang dilakukan oleh para ahli (ilmuwan) fisika dunia dalam mengungkap misteri tentang pembentukan alam semesta ini. Laboratorium ini berupa terowongan sepanjang 27 kilometer, 91 meter di bawah tanah di daerah pegunungan Alpen, perbatasan Swiss – Perancis.
Laboratorium ini disebut sebagai penemuan terbesar abad ini. Large Hadron Collider (LHC) akan merekayasa ulang penciptaan bumi, yang merupakan percobaan fisika terbesar di dunia. Biaya konstruksi untuk pembangunan fasilitas ini mencapai 8,8 miliar dollar AS yang didanai oleh European Organization for Nuclear Research (CERN) bekerja sama dengan ribuan universitas dan laboratorium di seluruh dunia.
CERN akan mereka ulang terbentuknya Tata Surya beberapa detik setelah Big Bang (ledakan dahsyat). Selama ini Big Bang diyakini sebagai teori terbentuknya jagad raya secara instan. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari kondisi superpadat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
LHC adalah pemacu partikel paling besar yang pernah dibuat manusia terdiri dari terowongan bawah tanah sepanjang 27 kilometer. Proton akan dibenturkan melalui terowongan hingga bertabrakan dan terpecah menjadi bagian lebih kecil. Detektor partikel di sepanjang terowongan akan menganalisa hasil tabrakan itu. Hasil akhir dari tabrakan partikel itu dapat menyediakan pemahaman baru bagaimana partikel berinteraksi dan bisa menjelaskan hasil dari proses partikel setelah terjadinya Big Bang saat pembentukan jagad raya.
Kemungkinan lain adalah bisa mengamati Higgs Boson sebagai hasil dari tabrakan partikel itu. Higgs Boson merupakan partikel misterius yang secara hipotesis diprediksikan ada dalam standar model fisika partikel, tapi tidak pernah diisolasi secara eksperimen.
Akan tetapi ilmuwan masih harus sabar memanen data itu. Karena mesin ini baru akan dijalankan lagi pada akhir 2009 nanti. LHC sudah dinyalakan pada September 2008, tapi dimatikan enam hari kemudian karena mengalami masalah teknis. Penundaan itu diakibatkan kerusakan pada magnet superkonduktor yang menyebabkan bocornya 6 ton helium cair super dingin ke dalam terowongan itu. LHC sendiri diyakini bisa memecahkan berbagai pertanyaan manusia selama berabad-abad mengenai terciptanya jagad raya kita. Akankah dapat terwujud semua impian para ilmuwan tersebut?? Wallahu alam..
Sumber: www.kompas.com
Profile projector (optical comparator / shadowgraph) adalah perangkat pengukuran optikal yang memperbesar permukaan objek kerja dan diproyeksikan dalam skala linier/sirkular.
Profile projector memperbesar profil benda kerja ke dalam sebuah layar menggunakan tipe pencahayaan diascopic illumination. Dimension benda dapat diukur langsung dari layar atau dibandingkan dengan referensi standar perbesaran. Agar akurat, saat pengukuran jangan mengubah sudut pandang (perspektif) obyek. Layar yang ada mampu diputar sejauh 360 derajat untuk menyesuaikan dengan tepi obyek yang tampil pada layar. Pengukuran dan perhitungan dilakukan melalaui titik-titik posisi yang ditampilkan melalui sebuah perangkat digital (data processor). Episcopic lighting digunakan untuk mengukur fitur seperti bores, bosses, pockets, pads dll. Komputerisasi dapat ditambahkan pada profile projector system untuk determinasi, mengurangi human error yang terjadi.
Mikroskop tipe ini diklaim sangat cocok digunakan untuk pengukuran obyek 2D.
Nikon sebagai salah satu produsennya mengeluarkan beberapa tipe terbaru antara lain tipe V-12B, V-20B dan V-24B yang memiliki kelebihan dan fungsi masing-masing. V-12B dengan posturnya yang kecil (dengan dimensi 16.1 x 25.5 x 38.2-42.1 in) mampu ditempatkan di atas meja. Dengan Stage (meja kerja) besar (ukuran 10 x 6 in) mampu mengukur obyek sejauh 250 x 150 mm. Tipe ini memiliki berat yang cukup ringan diantara tipe yang lain, yaitu sekitar 80 kg. Tipe ini memiliki diameter layar sekitar 305 mm.
Tipe V-20B merupakan kelas medium, dimana memiliki dimensi 22.4 x 47.2 x 74.8 in dengan berat 260 kg. Tipe ini memiliki diameter layar yang cukup besar, sekitar 500 mm. Tipe ini mampu mengamati obyek dengan berat hingga 20 kg.
Tipe V-24B merupakan ukuran terbesar dimana memiliki dimensi 46.5 x 43.3 x 74.8 in dengan berat 800 kg. Tipe ini memiliki diameter layar yang paling besar, sekitar 600 mm. Tipe ini mampu mengamati obyek dengan berat hingga 30 kg.
Sumber: www.nikon-unstrumen.jp
Pengukuran non kontak (Non-contact measuring) didefinisikan sebagai sebuah metode pengukuran mutakhir dengan mengurangi kontak secara langsung antara benda kerja dengan alat ukur.
Teknologi yang digunakan tergolong cukup canggih, yaitu kombinasi teknologi optikal dan laser (meskipun juga masih terdapat tipe teknologi lain dalam pengukuran non kontak seperti ultrasonografi yang menggunakan kapasitas dan induksitas. Contoh metode pengukuran optikal:
- Autocollimator: menggunakan cahaya collimated untuk mengukur deviasi angular objek.
- Profile projector: pengukuran dengan menggunakan metode proyeksi benda kerja, image dari proyeksi lebih besar daripada objek kerja (mampu mengukur objek secara 3D).
- Measuring microscope with digital camera: pengukuran yang menggunakan software untuk menganalisis image hasil dari captured image dari digital camera yang terinstall pada mikroskop (mampu mengukur objek secara 3D).
- Vision/video measuring: pengukuran otomatis dengan presisi yang cukup tinggi.
- Confocal vision systems: untuk pengukuran yang akurat pada sumbu Z.
- Interferometry: metode ini berbasis teknologi laser diperlukan pada high resolution microscope, interferometer dan appropriate software. Metode ini mampu menyajikan perbedaan karakteristik permukaan objek hingga skala nanometer.
Pengukuran non kontak sering digunakan pada pengukuran objek untuk mengeliminasi kemungkinan kerusakan objek akibat pengukuran kontak (deformed, scratched atau contaminated) . Pengukuran non kontak, khususnya vision / video systems, mampu mengukur dengan cepat dan cukup presisi. Otomatisasi mampu mengurangi kesalahan (error) yang ditimbulkan oleh operator dan mampu melakukan pengukuran secara cepat.
Microscope configuration: Nikon memberikan sebuah solusi dalam pengukuran non kontak tersebut dengan mengeluarkan beberapa produknya, yaitu Nexiv vision systems, autocollimators, profile projectors dan measuring microscopes seperti seri MM400/800 .
Produk ini merupakan sebuah persembahan dari Nikon (selaku produsen optik elektronik terkemuka) dalam mengatasi berbagai kekurangan dan masalah yang timbul pada saat melakukan pengamatan obyek kecil (mikro).
Pada seri ini Nikon memberi jaminan atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki, antara lain
- Tingkat Akurasi yang Tinggi
- Mengaplikasikan Teknologi Digital Berupa Digital Imaging and Vision Processing Metrology
- Meja Kerja(Stage) yang Luas dan dapat disesuaikan dengan benda kerja
- Mampu mengukur ketinggian obyek tanpamelalui kontak langsung
- Dikoordinasikan dengan Data Processing System
Untuk Measurement Microscope, Nikon mengeluarkan 2 tipe terbaru yaitu tipe MM-400/800 dengan berbagai seri turunannya. Mikroskop ini mampu mengukur obyek secara 3 dimensi, seperti tingkat kedalaman pitch suatu ulir pada mur (nut). Dengan menggunakan kaidah-kaidah pengukuran secara umum.
Adapun seri turunannya antara lain:
- LM Model, pada model ini ikut terpasang motor untuk sumbu dan cukup akurat untuk mengukur 3 dimensi dengan bantuan Focusing Aid.
Diaplikasikan untuk:
Dies & molds, Finely machined
parts, Stamped parts, Injection
molded parts, Medical devices - L/SL Model, pada model ini mampu mengukur 3 dimensi walau tanpa bantuan Focusing Aid.
Diaplikasikan untuk:
Dies & molds, Finely machined parts,
Stamped parts, Injection molded
parts, Medical devices - 2-Axis Models/S Model, model ini didesain khusus untuk budget dan keperluan terbatas dengan kemampuan hanya 2 dimensi (sumbu X-Y).Aid.
Diaplikasikan untuk:
Dies & molds, Finely machined
parts, Stamped parts, Injection
molded parts, Medical devices
Dimana pada masing-masing model mampu diupgrade kemampuannya, sesuai dengan kebutuhan.
Sumber: www.nikon-unstrumen.jp


Komentar Terakhir